Jumat, 08 Juni 2012

Sejarah Singkat Angkatan 45


1.Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
            Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra. Waluyo (1987) mendefinisikan puisi sebagai bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan struktur fisik dan batinnya. Dari dulu hingga sekarang, puisi selalu digemari oleh semua lapisan masyarakat. Adapun perkembangan sastra, termasuk ke dalamnya puisi, terbagi menjadi beberapa masa, antara lain Pra Angktan, Angkatan, Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan 45, Angkatan 66, Angkatan Reformasi, Ankatan 2000, dan Sastra Dunia Maya. Berdasarkan penjelasan tersebut, makalah ini membahas mengenai ciri-ciri, bentuk dan penyair sert karyanya pada  masa Angktan 45.
1.2. Permasalahan
            Masalah yang dibahas dalam makalah ini, yaitu :
1.      Bagaimana sejarah singkat Angkatan 45 ?
2.      Apa ciri-ciri Angkatan 45 ?
3.      Apa bebtuk karya sastra Angkatan 45 ?
4.      Siapa saja pengarang bserta karyanya yang ada pada masa Angkatan 45 ?
1.3. Tujuan
            Adapun tujuan pembuatan makalah ini, yaitu :
1.      Menjelaskan seejarah singkat Angkatan 45
2.      Mejekaskan ciri-ciri Angkatan 45
3.      Menjelaskan bentuk karya sastra Angkatan 45
4.      Mejelaskan pengarang beserta karyanya pada Agkatan 45
1.4. Manfaat
            Manfat pembuatan makalah ini, yaitu :
1.      Mengetahui dan memahami sejarah singkat Angkatan 45
2.      Mengetahui dan memahami ciri-ciri Angkatan 45
3.      Mengetahui dan memahami bentuk karya sastra Angkatan 45
2.Pembahasan
2.1. Sejarah Singkat Angkatan 45
            Istilah angkatan 45 adalah sebuah nama bagi angkatan (penyair) setelah mulai pudarnya eksistensi periode Pujangga Baru. Istilah angkatan 45 sendiri secara lugas baru digunakan pertama kali oleh Rosihan Anwar dalam majalah Siasat yang diterbitkan pada tanggal 9 Januari 1949 (Teew dalam Nursasangko, 2008: 1). Pradopo dalam (Nursasangko, 2008: 1) menyebutkan bila angkatan 45 dimulai dari tahun 1940 dan berakhir tahun 1955. Konsepsi angkatan 45 tertuang dalam Surat Kepercayaan Gelanggang yang menjadi pandangan pokok para pengarang angkatan 45. Waluyo (1987:58) mengemukakan tiga pokok pikiran yang terkandung dalam Surat Kepercayaan Gelanggang itu, yaitu:
1.      Bahwa para sastrawan merupakan ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia;
2.      Ciri keindonesiaan tidak ditandai oleh ujud fisik, tetapi terlebih oleh ungkapan jiwa, kebudayaan Indonesia terjadi oleh pengaruh dari luar dan perkembangan dari dalam. Jadi tidak usah menyebut keaslian yang mempersempit ukuran dan nilai;
3.      Revolusi adalah penempatan nilai baru atas nilai lama yang usang.

Pengalaman hidup  dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnaikarya sastrawan angkatan 45 (Agni, 2009: 18). Pelopor puisi angkatan 45 ialah Chairil Anwar.  Sedangkan pelopor prosa angkatan 45adalah Idrus. Menurut Ambary (1994: 90), pandangan penulis dalam bentuk-bentuk karangan lebih bebas dari angkatan Pujangga Baru, sedangkan dalam isi, angkatan 45 bercorak realistis.
2.2.Ciri-Ciri Puisi Angkatan  45
Angkatan 45 lahir dalam suasana lingkungan yang sangat prihatin dan serba keras, yaitu lingkungan fasisme Jepang dan dilanjutkan  peperangan mempertahankan kemerdekaan  Indonesia.
            Menurut  Angelina (2008: 1), ciri-ciri angkatan 45, yaitu:
1.      Terbuka;
2.      Pengaruh unsur sastra asing lebih luas;
3.      Corak isi lebih realis dan naturalis;
4.      Individualisme sastrawan lebih menonjol, dinamis, dan kritis;
5.      Penghematan kata dalam karya ekspresif;
6.      Ekspresif;
7.      Sinisme dan sarkasme;
8.      Karanganm prosa berkurang, puisi berkembang.
            Jika pada periode 1933-1945 , pembaharuan puisi Indonesia dengan bentuk soneta, distichon, tersina, dan sebagainya dipandang merupakan pembaharuan yang bersifat setengah-setengah , maka pada angkatan 45 ini, pembaharuan bersifat menyeluruh. Buka hanya pembaharuan bentuk puisi, namun juga faktor kejiwaan puisi dan tema/ amanat yang dikemukakandan disebut pembaharuan secara menyeluruh. Puisi angkatan 45 memiliki struktur yang bebas.
            Adapun ciri-ciri puisi angkatan 45( Waluyo, 1987 : 58-59) adalah sebagai berikut:
1.      Puisi  adalah puisi bebas yang tidak terikat oleh pembagian bait, baris, dan persajakan;
2.      Gaya atau aliran yang banyak dianut adalah aliran ekspresionalisme dan realisme;
3.      Diksinya mengemukakan pengalaman batin yang mendalam dan mengungkapkan intensitas arti. Katanya adalah bahasa sehari-hari sesuai dengan realisme;
4.      Gaya bahasa metafora dan metafolik banyak dipergunakan. Kata-kata, frasa, dan kalimat bermata ganda menyebabkan tafsiran ganda bagi pembaca;
5.      Gaya sajaknya prismatis, hubungan baris dan kalimat-kalimatnya bersifat implisit;
6.      Gaya pernyataan pikiran berkembang dan hal ini kelak berkembang menjadi sloganis;
7.      Gaya ironi dan sinisme banyak kita jumpai dalam puisi-puisi periode ini.
Pada Angkatan 45, benar-benar terjadi revolusi dalam puisi. Ikatan puisi lama sudah ditinggalkan. Pada Angkatan 45 yang dipentingkan adalah makna atau bentuk batin puisi, ikatan bentuk fisik npuisi tidak dominan lagi. Kepadatan puisi di masa Angkatan 45 ini dipandang kurang memuaskan. Puisi-puisi yang mementingkan isi dirasa kurang hiasan dan terlalu kering.

2.3.Bentuk Karya Angkatan 45
            Angkatan 45 dipengaruhi oleh pujangga-pujangga dunia seperti Rusia, Italia, prancis, Belanda, Amerika dan sebagainya. Adapun bentuk-bentuk karya Angkatan 45 (Ambari, 19 4:9), yaitu sebagai berikut :
1.      Sajak, pada Angkatan 45 dan sesudahnya berisi akibat dari perperangan dan perjuangan gerilya;
2.      Novel, pada Angkata 45 novel lebih banyak dihasilkan dari pada roman;
3.      Drama, setalah parang kemerdekaan, darama dibuka oleh El-Hakim dan Idrus, serta diberi bentuk selanjutnya oleh Usman IsmailArmijn Pane, dan Rustandi Kartakusuma;
4.      Cerpen, isinya menggambarkan perikehidupan manusia.
2.4.Penyair dan Karyanya Pada Angkatan 45
1. Usmar Ismail
            Dia dilahirkan di Bukitinggi pada tanggal 20 maret 1921, berpendidikan AMS/A II Jogya, STM Jakarta, dia muncul  sebagai penulis sandiwara, sanjak dan cerita pendek. Pada masa Jepang ia menjabat pegawai Kantor Pusat kebudayaan, untuk propaganda Jepang. Kemudian ia mendirikan perkumpulan sandiwara Maya, karena bosannya diperalat oleh Jepang, “Maya” yang dibantu seniman-seniman, penyanyi-penynyi, pelukis-pelukis, penari-penari, dan komponis-komponis, didirikan pada tahun 1943. Dalam perkembangannya dibantu oleh Rosihan Anwar, Dr. Abu Hanifah, Cornel Simandjuntak dan sebagainya.dia juga seorang pelopor pendiri FERFINI tahun 1950.
            Karangan-karangannya bernafas ketuhanan dan kebangsaan, sejalan dengan pendirinya, bahwa seni harus mengbi kepada kepentingan nusa, bangsa dan agama.ia pernah pula memimpin majalh “Patriot” yang kemudian menjadi “Arena”, suatu majalah kebudayaan kesusastraan di Yogyakarta.
Karyanya :
1.      Permintaan Terakhir. (Cerita pendk)
2.      Asokamala Dewi, (Cerita pendek)
3.      Puntung berasap, (Kumpulan sanjak; BP 1950)
4.      Sedih dan gembira, (Kumpulan drama; BP 1948) yang terdiri atas : a. Citra, b. Api, c. Liburan seniman.
5.      Mutiara dari Nusa Laut. (Drama).
6.      Tempat yang kosong.
7.      Mekar melati
8.      Pesanku, (Sandiwara radio)
9.      Ayahku pulang. (sandiwra sanduran dari cerita Jepang serta pernah difimkan dengn judul film “Dosa tak berampun”).
2. Dr. Abu Hanifa
            Dr. Abu Hanifa dengan nama samaran El-Hakim, lahir pada tahun 1906 di Padang dengan pendidikan ELS, Stovia dan Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta. Dia kakak kandung Usmar Ismail.
            Karangannya bernafas ke-Tuhanan dan kesusilaan. Dia berpendapat, bahwa Timur yang idealistis harus berkombinasi dengan Barat dalam Perkembangannya, tanpa mengabaikan ke Timurannya.
Karyanya :
1.      Taufan di atas awan. (Kumpulan sandiwara).
2.      Dokter Rimbu, (Roman 1952).
3.      Kita berjuang, (1947).
4.      Soal agama dalam negara modern.
3. Amal Hamzah
            Amal Hamzah adalah adik Amir Hamzah, dia dilahirkan di Binjai, Langkat pada tanggal 31 Agustus 1922. Pendidikannya melalui HIS , Mulo, AMS, serta Fakultas hukum dan Kesusastraan.Dalam karangannya masih tampak pengaruh kakaknya dan Rabindranath Tagore.
Karyanya :
1.      Cerita pendek yang berjudul : Teropong, Bingkai Retak, Sine Nomine, dan sebagainya serta dimuat dalam pembahasab pertama.
2.      Buku dan penulis. (kritik).
3.      Sajak- sajak yang berkepala : Laut, Pancaran Hidup, dan sebagainya.

4. Chairil Anwar
            Chairil Anwar dilahirkan pada tangal 26 Juli 1922 di Medan dan meniggal di Jakarta pada tanggal 28 Maret 1949. Penyair ini mengubah sajak-sajaknya pada tahun 1943. Dia seorang ekspressionis asli yang berdasarkan diri dalam organisasi seniman Gelanggang yang didikan bersama rekannya Riva’i Apain, Asrul Sani, M. Akbar, Ida Nasution dan sebagainya.
Karyanya :
1.      Deru campur dubu. (kumpulan sajak 1043-1949)
2.      Kerikil tajam dan yang terhempas dan terputus . (PR)
3.      Tiga menguak takdir. (Dikarang bersama-sama dengan Riva’i Apain dan Asrul Sani. (kumpulan sajak).
4.      Pulanglh dia sianak hilang. (Terjemahan Andre Gide)
5.      Kena gempur. (Terjemahan dari Steinbeck).
5. Riva’i Apin
            Setelah menamatkan SMA menjadi pengarang majalah “Gema Suasana” dan “Nusantara”. Dia pengikut Chairil Anwar yang setia di samping Asrul Sani.
Karyanya :
1.      Mual, Tali jangkar putus, Putusan dan sebagainya.
2.      Tiga menguak takdir
3.      Chairil Anwar dengan maut. (Essay ; 1949)
6. Asrul Sani
            Dia dilahirkan di Rao, Sumatera Barat pada tanggal 10 Juni 1926 dan berpendidikan Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan Bogor. Dia pernah jadi redaktur “Gema” dan penerbit “Suara Bogor”. Dia berpegang pada moral dan keluhuran jiwa dalam pandangannya.
Karyanya :
1.      Sahabat saya Cordiaz. (Cerita pendek).
2.      Bola lampu. (Cerita pendek)
3.      Deadlock pada puisi Emosi Semata.
4.      Sajaknya : Anak laut, On test, Surat dari Ibu dan sebagainya.
7. Idrus
            Idrus lahir di Padang tanggal 2 September 1921 dan berpendidikan SMT. Dia pelopor pujanggan Angkatan 45di lapangan prosa. Karangan-karangannya mulai muncul pada masa Jepang yang sifatnya yang realis-naturalis dengan sindiran-sindiran tajam.
Karyanya :
1.      Dari Ave Maria ke jalan lain Roma. (Kumpulan cerita pendek ; BP 1948)
2.      Anak buta. (Ceriya Pendek)
3.      Aki. (Novel ; BP 1948)
4.      Perempuan dan Kebangsaan.
5.      Jibaki Aceh. (Drma).
6.      Dokter Bisma. (Drama; 1945).
7.      Keluarga Surano. (Drama; 1948)
8.      Kereta api baja. (Terjemahan dari karya vsevold Ivanov).
8. Utuj Tatang Sontani
            Dia dilahirkan pada tahun 1920 di Cianjur dan berpendidikan Taman Dewasa bandung. Dia mulai trerjun dalam karang memgarang pada tahun 1957 dan terlihat padanya pengaruh La Fontaimne pujangga Perancis.
Karyanya :
1.      Suling.  (Drama bersajak; BP 1948)
2.      Bunga rumah makan. (Drama; BP 1948)
3.      Tambera. (Roman sejarah; BP 1949).
4.      Orang-orang sial. (Cerita pendek).
5.      Awal dan Mira. (Drama).


9. Rosihan Anwar
            Dia dilahirkan pada tanggal 10 Mei 1922 di Padang. Pendidikannya adalah AMS/a Jogya, SMT Jkarta, setelah ai terjun dalam jurnalistik dan kewartawanan. Sebagai wartawan ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan mingguan Siasat. Karangannya bersifat tanggapan sosial.
Karyanya :
1.      Radoi masyarakat. (Cerita pendek).
2.      Sajak-sajaknya antara lain: Manusia baru, Lukisan, Seruan nafas, dan sebagainya.
3.      Raja kecil, Bajak laut di Selat Malaka. (Roman sejarah; 1967)
10. Aoh Kartahandimadja
            Ia lahir pada tanggal 15 September 1911 di Bandung. Setelah menmatkan Mulo menjabat emloye perusahaan teh din Pakaran Salak. Zaman Jepang hanya menerjemahkan buku-buku Sunda pada Kantor Pusat Kebudayaan merangkap penulis organisasi seniman “Angkatan Baru”.Karangan-karannya bercorak ke-Tuhanan dan tampak pengaruh pujangga Norwegia.

1.      Beberapa paham Angkatan 45 (Essay).
2.      Sajak-sajaknya antara lain: Gubukku, Ke Desa, dan sebagainya.
3.      Manusia dan tanahnya. (Kumpulan cerita pendek; BP 1942).
4.      Zahra. (Kumpulan sajak dan Drama).
11. Achdiat Kartamihardja
            Dilahirkan pada tahun1911 setra berpengetahuan agak dalam tentang politik, tasawuf, filsafat dan kemasyarakatan.
Karyanya :
1.      Atheis. (Riman Psycologi; BP 1949).
2.      Bentrokan dalam asrama. (Drama).
3.      Polemik kebudayaan. (Essay).
4.      Keretakan dan ketegangan. (Kumpulan cerita pendek yang mendapat hadiah BMKN tahun 1955/1966).
5.      Kesan dan kenangan. (Kumpulan cerita pendek 1961).
12. Pramudya Ananta Toer
            Dia dilahirkan di Blora pada tanggal 6 Februari 1925. Setelah menamatkan SR Budi Utomo dilanjutkan ke sekulah radio di Surabaya, Taman Siswa Jakarta.masa Japang menjadi pegawai “Domei”, lalu sebgai wartawan perang pada kesatuan Siliwangi. Dia pernah ditawan Belanda,. Dalam tawanan itulah ia mendapat inspirasi yang banyak dituagkan dalanm karangan.
Karyanya :
1.      Perburuan. (Novel; BP 1950).
2.      Keluarga gerilya. (Roman; Pembangunan 1950).
3.      Pecikan revolusi. (kumpulan cerita pendek; Gapura 1950).
4.      Subuh. (Kumpulan cerita pendek; BP 1952).
5.      Cerita dari Blora. (Kumpulan cerita pendek; BP 1952).
6.      Bukan pasar malam. (Novel; BP 1952).
7.      Merka yang dilumpuhkan. (Roma).
8.      Di tepi kali Bekasi.
9.      Midah. Si manis bergigi emas. (Roman; Nusantara 1955).
10.  Dia yang menyrah. (Novel).
11.  Cerita pendek antara lain : Kemana Masa, Kwanku sel-sel, Kemelut, dan sebagainya.
13. M.Balfas
            Balfas lahir di Jakarta pada tanggal 5 Desember 1921 dan menamatkan sekolah Mulo. Dalam karangannya banyak terjumpai logat Jakarta serta termasuk pengarang watk yang sering melukiskan manusia tanpa pengaruh-pengaruh yang ada.
Karyanya :
1.      Lingkaran-lingkaran retak. (Kumpulan Prosa; Bp 1962)
2.      Dr,djipto Mangunkusumo demokrat sejati . (Biografi).
14. Rivai Marlaut
            Lahir di kota Baru tanggal 12 November 1912. Dia berpendidikan ST, SM II Jakarta, kemudian bekerja pada majalah “Cahaya Timur”, “Peredaran Zaman” dan sebagainya.
Karyanya :
1.      Dokter Haslinda. (Rpman perjuanhgan).
2.      Korban kroncong rimba.
3.      Effendi di lantai sdansa.
15. Mochtar Lubis
            Lahir di Padang pada tanggal 25 Desember 1919. Dia seorang sastrawan dan wartawan berjuang yang progresif, pada mas pra-Gestapuia dipenjarakan karena fitnah, padahal idenya bersifat kritik demokrasi yang membangun. Ia pernah mendapat hadiah “Ramon Magsay-say” dari Pilipina, karena karya serta kegiatannya bidang kewartawanan. Sebagai sastrawan, karyanya banyak melukiskan perjuangan pada masa aksi polisionil Belanda.
Karyanya :
1.      Tidak ada esok. (Roman; Gapura 1950).
2.      Jlan tak ada ujung. (Roman Psychologi; BP 1952)
3.      Kisah dari Eropa. (Terjemahan).
4.      Tanah gersanf. (Novel; PT.Pembangunan 1964).
5.      Si Jamal. (Cerita endek 1950).
6.      Perempuan. (Cerita pendek 1956).
16. Anas Ma’ruf
            Lahir di Bukittinggi pada tanggal 27 Oktober 1922. Dia pernah menjadi mahasiswaFakultas Hukum Universitas Gajah Mada tahun 1948, lalu terjun ke lapangan jurnalistik, memimpin harian “Nusantara”, redaktur “Arena”dn majalah “Patriot” di Jogyakarta.
Karyanya :
1.      Citra. (Terjemahan dari Rabinranath Tagore).
2.      Sajak-sajak antara lain: Nyalakan terus, Antara kita, Pandu masa, dan sebagainya.
17. Maria Amin
            Sastrawati ini kelahiran Bengkulen pada tanngal 15 Juni thun 1920. Dia pengarang yang bercorak simbolik yang dapat meneropos sensur Jepang.
Karyanya :
1.      Tinjaulah dunia sana. (Cerita pendek).
2.      Sajak-sajaknya antara lain: Penuh rahasia, Kapal udara, dan sebagainya.
18. Mahatmanto
            Nama lengkapnya, Suradul Arif Mahatmanto, ia dilahirkan di Jakarta pasa atahun 1924.
Karyanya :
1.      Sajak-sajak: Cakar atau ekor, Individu, Dogma, Madrasah Muhammadiyah dn sebagainya.
19. Nursjamsu
            Penyair wanita ini lahir di Lintau, Batusangkar, pada tanggal 6 Oktober 1921 dan berpendidikan Mulo, AMS, Fakultas Darurat, Jurusan kesusastraan.
Karyanya :
1.      Terawang. (Cerita Pendek).
2.      Usmo membela Ibu. (Cerita Pendek).
3.      Sajak-sajak antara lain: Pandai besi, Gila, Jeritan malam dan sebagainya,
20. Ida Nasution
            Dia berpendidikan HBS, Sekolah Tinggi Bagian Kesusastraan  pernah memimpin Gelanggang bersama Chairil Anwardan meniggal ketika aksi [polisional Belanda ke II tahun 1948.
21. Zuber Usman
            Lahir di Padang pada tanggal 23 Agustus 1903.
Karyanya :
1.      Tamasya dengan perahu Bugis.
2.      Puteri Bunga Karang.
22.  Rusman Sutiasumarga
            Dilahirkan di Subang tanggal 5 Juli 1917.
Karyanya :
1.      Yang terhempas dan terkandas. (Kumpulan cerita pendek: BP, yang antara lain memuat cerita pendek “Gadis Berkasih”
2.      Korban romantik. (Cerita pendek; BP 1963).
23. Sitor Situmorang
            Lahir di Tapanuli tanggal 21 Oktober 1924.
Karyanya :
1.      Surat kertas hijau. (Kumpulan sajak: Pustaka Rakyat 1953).
2.      Jalan nmutiara. (Kumpulan drama).
3.      Dalam sajak.
4.      Wajh tk bernama.
5.      Zaman baru. (Kumpulan sajak).
6.      Pertempuran dan salju i Paris. (1956) mendapat hadiah BMKN.
24. S. Rukiah
            s.Rukiah lahir di Purwakarta pada tahun 1927.
Karyanya :
1.      Kejutan dan hati.
2.      Tandus. (Kumpulan puisi/prosa; BP 1952).
25. Trisno Sumerdjo
            Lahir pada tanggal 6 Desember 1916 di Surabaya.
Karyanya :
1.      Kata hari dan perbuatan. (Kumpulan puisi; 1952).
2.      Rumah raja (1957).
3.      Daun kering. (kumpulan cerita pendek; 1962).
26. Bakri Siregar
            Dilahirkan di Aceh pada tahu 1922.
Karyanya :
1.      Jejak langkah. (Kumpulan cerita pendek; 1953), yang antara lain memuat cerita pendek “Di tepi kawah”.
27. Laurens Koster Bohang
            Lahir di sangihe pada tahun 1913 dan meninggal di Jakarta tahun 1945. Dia essayis dan komebtator.
Karyanya :
1.      Setangkai kembang melati. (Cirita pendek).
2.      Amir Hamzah. (Essay).
28. Bachrum Rangkuti
            Dilahirkan di Sumatera Timur pada tanggal 17 Agustus athun 1911.
Karyanya :
1.      Insaf
2.      Hamka
3.      Mikraj.
29. Matu Mona
            Matu Mona adalah nama samaran dari Hasbullah Parinduri. Dai lahir pda tanggal 21 Juni 1910 di Medan.
Karyanya:
1.      Zaman gemilanh. (Roman sejarah; 1939).
2.      Panggilan tanah air.
3.      Menyinggung perasaan.
30. A.A. Katili
            Nama lengkapnya Abdullah Abdulgani Katili. Dia lhir di Gorontalo pada tahun 1915.
Karyanya : Kenang-kenangan sepku.
31. Suwandi Tjitrowasilo
            Dilahirkan di Aceh pada tahun 1916.
Karyanya : Perjalana.
32. Talim AB
            TaslimAB, lahir di Painan, tahun 1916.
Karyanya :
1.      Abu dan Debu.
2.      Puisi dunia I dan II.
33. Walujati Supangat   
            Lahir di Sukabumi pada tanggal 5 Desember 1924.
Karyanya : Pujani. (Novel; Gapura, 1951).
34. Karim Halim
            Lahir diBalingka, Bukittinggi pada tahun 1916. Ia seorang pengarang religius.
Karyanya :
1.      Palawija. (Roman sosial).
2.      Sajak dalam majalah.
35. Rustandi Kertakusuma
            Dilahirkan di Ciamis tanggal 27 April 1921.
Karyanya :
1.      Rekaman 7 daerah.
2.      Prabu dan putri. (Sandiwara klasik; BP 1951).
3.      Merah semua putih semua. (Drama dalam bentuk novel; BP 1961).
36. Ashar Munir Sjamsul
            Dia dilahirkan di Banda Aceh pada tahun 1921.
Karyanya :
1.      Bunglon.
2.      Menanti fajar.
37. Harijadi S. Hrtowardojo
            Pengarang dari Prambanan ini lebih pantas dikenal sebagai novelis dari pada seorang penyair. Nanun puisi-puisinya pantas untuk dibicarakan juga. Harijadi dilhirkan di Prambanan tanggal 18 Maret 1930 dan menyelesaikan pendidikannya pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemsyarakatan, Jurusan Puublisistik, Unuversitas Indonesia (1966)Sejak tahun 1965 ikut kuliah pada Fakultas Psikilogi Universitas Indonesia.
Karyanya :
1.      Orang buangan. (Novel).
2.      Munafik. (Novel).
3.      Luka bayang. (Kumpulan sajak, 1964).
4.      Perjanjian dengan maut. (Novel, 1975)
5.      Lerang senja. (Sajak)

3.Penutup
3.1. Kesimpulan
            Dri uraian yang dibicarakan sebelumnya, dapt disimpulkan bahwa Angktan 45 dimulai dari tahun 1945 dan berakhir tahun 1950. Penggunaan istilah Angkatan 45 sendiri pertama kali digunkan oleh RosihanAnwar dalam majalah siasat yang terbit tahun 1949. Konsepsi Angkatan 45 tertuang dalam Kurat kepercayaan Gelanggangyang menjadi pandangan pokok pengarang Angktan 45. Adapun ciri-ciri puisi Angkatan 45 yaitu bebas, tidak terikat, beraliran ekspresionalisme dan realisme, gaya bahasa metafora dan metafolik, gaya sajak prismatis, gaya pernyataan pikiran berkembang, dan banyak ditemui gaya ironi dan sinisme.
            Buntuk karya psa Angkatan 45, antara lain sajak, novel, drama dan cerpen. Adpun penyair yang terkenal pada Angkata 45, antara lain Chairil Anwar (Kerikil tajam dan yang Terempas dan yang putus (1949) ; Deru Campur Debu (1949) ), Sitor Situmorang (Surat Kertas Hijau, 1953), Asrul Sani (Anak Laut), dan Harijadi S. Hartowardojo (luka Byang, 1964).
3.2.Saran
            Untuk dapat memaknai dan memahami puisi, hendaknyakita banyak menggali informasi serta belajar dengan contoh-contoh yang sudah ada dari penyair-penyair terdahilu.




                                        Daftar Pustaka

Agni, Binar. 2009. Sastra Indonesia : Pantun, Puisi, Majas, Peribahasa, Kata Mutiara.
Jakarta: Hi-Fest Publishing.
Amray, Abdullah. 1994. Intisari Sastar Indonesia. Bandung : Jakarta.
Angelia,Fiona.2008.“PeriodesasiSastraIndonesia”,(online), (http://www.Sideshere.netfionaangelina/periodesasi-Indonesia/,  diakses tanggal 10 Maret 2010).
Nursasongko, Pekik. 2008. “Individualisme Angkatan 45”,(online), (http:// www.radenpekit.wordpress.com/2008/04/08/individualisme-angkatan-45 / , diakses tanggal 10 Maret 2010.
Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan apresiasi Puisi. Jakarta : Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar